MAN2LINGGAU.SCH.ID Jurnalistik Hakikat Belajar Menyenangkan/Joyful Learning

Hakikat Belajar Menyenangkan/Joyful Learning

Karya Dra.Hj.Huzaimah,M.Pd.I (Guru Fikih MAN 2 Lubuklinggau)

Salah satu konsep Belajar yang ditawarkan pendekatan deep learning adalah belajar menyenangkan (joyful learning) .
Namun, istilah ini sering kali direduksi pada esensi edukasi sekedar hiburan dan membuat siswa senang. Hal ini menghilangkan hakikat belajar menyenangkan sesungguhnya harus berakar pada keterlibatan kognitif yang bermakna, rasa ingin tahu yang terpuaskan, dan kepuasan batin saat berhasil memahami hal rumit.
Untuk menjadikan Joyful learning menjadi lebih efektif beberapa prinsip berikut harus diterapkan;


1.Menghilangkan Rasa Takut, Bukan Menghapus Tantangan
Dalam prinsip ini guru sangat memahami Kebebasan bereksplorasi adalah bagian sangat penting. Oleh karena itu guru tidak hanya membiarkan siswa senang tanpa batas tetapi justru menjadikan suasana belajar yang memberikan rasa aman bagi siswa untuk bebas mengeksplorasi tugas-tugas yang diberikan (open-ended assignments).
Dalam hal ini biarkan siswa menentukan topik sendiri, dan cara menyimpulkan sendiri dan output yang dipilih.Guru hanya memberikan tema dan merefleksi tugas.

2.Tantangan yang proporsional: Menyenangkan bukan berarti mudah tanpa beban. Rasa puas intelektual (intellectual thrill) justru lahir saat seseorang bergulat dengan materi sulit dan berhasil memecahkannya melalui usaha nyata.
Dalam hal ini berilah materi-materi yang bersifat kolaborasi pengetahuan. Contoh;Ketika mata Pelajaran fikih membahas tentang suna,maka pilih beberapa contoh ; suna minum sambil berdiri, maka sebaiknya buatlah tantangan untuk siswa mengetahui rahasi dibalik suna ini dari segi Kesehatan dll.

Konsep tugas seperti ini akan membuat materi pelajaran menjadi hidup ketika siswa memahami alasan di balik apa yang mereka pelajari, menghubungkan teori dengan realitas di sekitarnya.Metode eksplorasi dapat menjadi pilihan agar siswa dengan bebas memilih minat dan mengemukakan ide mereka bukan hanya sekedar menampung informasi.


3.Kondisi Fokus memuncak
Pendekatan belajar otentik menjadi jalan untuk menciptakan kondisi belajar yang menghadirkan kondisi focus yang memuncak, yakni keadaan ketika seseorang begitu larut dalam proses berpikir, bereksperimen, atau mencipta hingga melupakan pengaruh luar.

Kondisi flow dapat menjaga antusiasme alami manusia untuk terus bertanya dan mencari tahu jauh lebih berharga daripada motivasi eksternal berbasis nilai angka.Dalam hal ini metode debat akan sangat berarti agar siswa terlatih untuk selalu berpikir, mencoba , dan mencipta.Bukan sekedar diskusi kosong tapi diskusi yang syarat dengan teori keilmiahan.

Dengan menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan menjadi suatu keharusan karena kana menumbuhkan budaya rasa ingin tahu dan proses mencoba dihargai sesuai a dengan hasil akhir. Ketika proses bernalar terasa bermakna, belajar tidak lagi diartikan sebagai kewajiban yang memberatkan, tetapi menjadi kebutuhan yang membebaskan.

13 Likes

Author: pake2