Lubuklinggau Kemenag Sumsel (Humas)
Perpustakaan MAN 2 Lubuklinggau kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah menjalani proses re-akreditasi oleh asesor nasional perpustakaan, Ibu Maulida Herika. Dalam penilaian yang berlangsung dengan penuh ketelitian, perpustakaan ini berhasil meraih Predikat A, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas layanan, manajemen, serta fasilitas yang dimiliki. Pada hari Selasa (19/5/2026) Siang
Ibu Maulida Herika, selaku Asesor Nasional, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 9 Komponen Adapun aspek garis besarnya: Koleksi buku yang lengkap dan relevan dengan kebutuhan siswa. Sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan belajar. Sistem layanan berbasis digital yang memudahkan akses informasi. Manajemen perpustakaan yang tertata rapi dan profesional.
Dalam pernyataannya, Ibu Maulida Herika menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan perpustakaan MAN 2 Lubuklinggau. Menurutnya, “perpustakaan ini telah menunjukkan standar yang sangat baik, tidak hanya dalam hal koleksi dan fasilitas, tetapi juga dalam komitmen untuk mendukung kedisiplinan belajar siswa. Ia menekankan bahwa perpustakaan berperan penting sebagai pusat literasi dan budaya baca di lingkungan madrasah”.
Dampak bagi MAN 2 Lubuklinggau Hasil akreditasi dengan Predikat A ini membawa dampak positif: Pertama Motivasi siswa untuk lebih giat memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Kedua Pengakuan nasional atas kualitas pendidikan di MAN 2 Lubuklinggau. Ketiga Peningkatan reputasi madrasah sebagai lembaga yang konsisten menjaga mutu.
Dengan capaian ini, MAN 2 Lubuklinggau semakin meneguhkan posisinya sebagai madrasah unggulan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan budaya literasi. Perpustakaan menjadi jantung kegiatan belajar, dan keberhasilan meraih Predikat A adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
Dampak Akreditasi Perpustakaan bagi Siswa MAN 2 Lubuklinggau Hasil Predikat A yang diraih Perpustakaan MAN 2 Lubuklinggau dalam re-akreditasi membawa pengaruh besar terhadap siswa. Akreditasi bukan sekadar pengakuan formal, tetapi juga memberikan dorongan nyata bagi perkembangan budaya literasi dan kualitas belajar di madrasah. Motivasi belajar meningkat Siswa merasa lebih percaya diri dan terdorong untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Predikat A menjadi bukti bahwa mereka memiliki akses ke sumber belajar yang berkualitas. 2. Budaya literasi lebih kuat Dengan koleksi buku yang lengkap dan layanan digital yang modern, siswa terbiasa membaca, menulis, dan mencari referensi secara mandiri. Hal ini menumbuhkan kebiasaan literasi yang berkelanjutan. 3. Kedisiplinan akademik Perpustakaan yang terakreditasi baik mendorong siswa untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu belajar, memanfaatkan ruang baca, dan mengikuti aturan yang berlaku. 4. Akses informasi lebih mudah Sistem layanan berbasis digital membuat siswa dapat mencari referensi dengan cepat, baik untuk tugas sekolah maupun pengembangan diri. 5. Kebanggaan dan identitas Predikat A menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa. Mereka merasa menjadi bagian dari madrasah yang diakui secara nasional, sehingga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab menjaga kualitas.
Dengan pencapaian ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa.
(Humas MAN 2 Lubuklinggau)
